Rabu, 06 Juli 2011

Menanam pohon dapat menyelamatkan lingkungan?


AP File Photo (AP File Photo)
Mitos: Menanam pohon dapat mengatasi pemanasan global.
Fakta: Tidak seperti itu kenyataannya. Pohon-pohon yang ditanam membutuhkan perawatan untuk membuatnya tetap hidup. Dengan semakin banyak pohon, para pekerja dinas pertamanan akan butuh waktu yang lebih lama untuk merawat pohon-pohon yang ditanam tersebut, artinya mereka akan menggunakan kendaraan mereka lebih lama untuk merawat tanaman tersebut. Karbon dioksida yang dihasilkan oleh kendaraan tersebut juga akan semakin banyak, akibatnya keuntungan yang didapatkan dari menanam pohon tidak sebanding dengan perawatan yang dibutuhkan untuk membuat pohon-pohon tersebut tetap hidup.

Kertas vs Plastik


AP File Photo (AP File Photo)
Mitos: Kantong kertas lebih ramah lingkungan daripada kantong plastik.
Fakta: Tidak benar. Proses pembuatan kantong kertas membutuhkan energi 40% lebih banyak dan juga menghasilkan limbah lebih banyak dibandingkan pembuatan kantong plastik. Dan kantong kertas lebih besar dan berat dibandingkan kantong plastik.

Ingin solusi terbaik?
Anda bisa menggunakan tas belanja yang terbuat dari kain. Selain lebih kuat, tas belanja tersebut dapat digunakan terus menerus.

Minggu, 03 Juli 2011

Jangan Asal Buang Kertas. Pakai Dulu Kedua Sisi, Baru deh dibuang.

Hemat berbisnisBerbisnis jaman sekarang kita harus bisa hemat dan efisien. Apalagi dengan harga BBM yang semakin tinggi. Perusahaan pun semakin terhimpit dengan margin yang semakin tipis karena bahan baku naik terus tetapi harga jual kan tidak bila langsung naik begitu saja. Kalau bahan baku naik 100%, paling kita berani naikkan 50% dulu lalu dengan perlahan merangkak naik.
Untuk itu kita perlu semakin efisien. Contoh pemakaian yang sangat boros adalah kertas. Orang bilang kalau sudah pakai komputer tuh paperless dan perusahaan semakin efisien. Itu sih kata-kata salesman. Kenyataannya, orang tetap print setiap laporan, dan seringnya malah draft pun salah sampai 2-3 kali. Bagaimana mau irit? Padahal kertas di yang kita pakai di Indonesia bukan dengan kualitas daur ulang yang tinggi. Akhirnya semakin ada komputer penggunaan kertas menjadi semakin tinggi. Hal ini pun diakui oleh perusahaan-perusahaan di Amerika. Kita tetap memerlukan arsip hardcopy dan data softcopy.
Tetapi pertanyaannya, apakah untuk arsip internal kita selalu memerlukan kertas baru? Sebenarnya banyak sekali kertas yang bisa kita gunakan kembali dan bukan asal buang saja seperti:
  1. Kertas draft yang tidak menyangkut rahasia perusahaan bisa digunakan kembali.
  2. Kertas-kertas lamaran kerja yang kalau sudah banyak malah cuma dibuang. Padahal kertas lamaran kerja ini banyak yang hanya satu sisi. Sisi lainnya masih dapat kita pakai untuk print memo internal.
  3. Surat-surat penawaran, pemberitahuan atau apapun yang hanya memakai satu sisi kertas saja.
  4. Amplop bekas bisa kita gunakan untuk mengirim memo internal antar lokasi seperti antar kantor, gudang atau pabrik. Hal ini harus disosialisasikan dengan karyawan agar bila membuka amplop hati-hati sehingga bisa dipergunakan kembali
  5. Kalender. Untuk kalender besar bisa dipotong kecil menjadi kertas memo. Kalau pergi ke toko-toko seperti di glodok banyak yang menggunakan kalender sobek menjadi memo atau malah kwitansi.
Coba deh anda lihat lagi proses mana di perusahaan anda yang memakai banyak kertas. Cari solusi untuk meniadakannya, kalau memang harus di print, maka prioritas pertama adalah dengan kertas bekas dahulu.
Semoga bermanfaat!

Kalau cuma beda satu lantai, pakai tangga saja

Naik tangga sajaSemakin kita perhatikan, semakin banyak hal-hal kecil yang dapat kita lakukan. Coba ke gedung bertingkat di daerah segitiga emas Jakarta dan coba naik lift. Pasti banyak ketemu orang yang masuk ke dalam lift dan memencet tombol untuk lantai satu di atas atau bawah. Kadang kita suka sebal juga karena dengan begitu orang itu menghabiskan waktu kita menunggu lift berhenti, pintu terbuka, dia masuk, pintu tertutup, naik satu lantai, pintu terbuka, dia keluar, pintu tertutup, baru lift jalan lagi. Apa kita gak kesal juga menunggu hanya untuk satu orang. Apalagi kalau kita mau cepat-cepat pergi ke rapat.
Kalau dilihat dari sisi lingkungan, memakai lift untuk satu lantai saja akan menghabiskan kira-kira 350 watt. Jadi sudah jelas bahwa menggunakan tangga akan bisa menghemat energi sangat banyak. Bayangkan bila 1 gedung bisa memuat 1000 orang dan di Jakarta menurut daftar dari Departemen Pekerjaan Umum ada lebih dari 1000 gedung yang memiliki lebih dari 5 lantai. Kalau kita rata-rata 500 gedung saja, dan untuk sementara 10% dari setiap gedung itu memakai lift untuk satu lantai, maka
100 orang x 500 gedung x 350 watt = 17500000 watt= 17,5 MWatt Terbuang Percuma!
Bagaimana PLN gak kewalahan untuk menangani kebutuhan listrik yang selalu terbuang percuma ini? Satu Pembangkit Tenaga Listrik Mikro Hidro saja cuma 6000 – 18,000 watt. Untuk PLTA biasa 4-10 MWatt. Masak kita mau pakai 2 PLTA atau 1 PLTU menengah hanya untuk dibuang karena orang malas naik tangga?
Padahal kalau kita mau lihat dari sisi lainnya, banyak yang dari kita tidak mengetahui bahwa:
  • Aktivitas fisik walaupun hanya sedikit pun akan membantu kesehatan kita
  • Kalau kita memakai tangga maka aktivitas ini akan menambah jumlah latihan fisik yang kita perlukan untuk 30 menit sehari
  • Memakai tangga memerlukan energi lebih banyak dari jalan biasa yaitu 200 watt, sehingga akan membakar 2 kali lipat kalori
  • Orang yang sering memakai tangga memiliki kaki yang lebih kuat
  • Memakai tangga bisa lebih cepat daripada menunggu dan memakai lift
Banyak perusahaan dan universitas di Amerika Utara berkampanye “Take The Stairs” seperti Harvard University dan University of California at Berkeley, lalu perusahaan seperti Pitney Bowes dan Blue Cross Blue Shield. Dr. Manley dari Blue Cross mengatakan bahwa aktivitas fisik selama 10 menit sebanyak 3 kali sehari sangat baik untuk kesehatan, dan juga menghemat energi.
Bagaimana dengan kita di Indonesia? Masa tangga gedung cuma untuk tempat merokok saja. Kalau kita bisa bersama-sama menghemat, alhasil PLN kita juga gak byar-pet kayak sekarang. Mulai dari tempat anda bekerja kalau anda di gedung bertingkat, rumah sakit, hotel, atau gedung apa pun. Memakai tangga akan banyak manfaatnya untuk kesehatan anda dan membantu lingkungan kita.